Cinta Sayyidah Khadijah Kepada Rasulullah SAW Yang Begitu Besar Dan Tulus
Cinta Sayyidah Khadijah Kepada Rasulullah SAW yang begitu tulus dan begitu besar sampai Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan.
![]() |
| Tentang cinta Sayyidah Khadijah Kepada Rasulullah SAW. |
Dialah Sayyidah Khadijah, wanita pertama yang beriman, pendamping setia Rasulullah, seorang istri yang hatinya dipenuhi cinta dan pengorbanan.
Di tangannya, Ia membawa makanan dan air dalam bejana, langkahnya tertatih, namun hatinya kokoh.Jarak dari rumahnya ke Gua Hira bukanlah perjalanan yang mudah. Sekitar 5 kilometer, melintasi gurun berbatu, menanjak lereng Jabal Nur yang curam.
Setiap tetesan keringat adalah pengorbanannya. Sayyidah Khadijah tahu bahwa suaminya, Nabi Muhammad, sering menyendiri di sana. la mencari ketenangan, bertafakkur, merenungi penciptaan, menjauhi hiruk-pikuk dunia yang penuh kebatilan.
Tapi di dalam keheningan itu, ia membutuhkan kekuatan fisik dan di sanalah Sayyidah Khadijah hadir, memastikan bahwa kekasih hatinya tidak kelaparan atau kehausan.
Mungkin tubuhnya lelah, mungkin kakinya perih oleh tajamnya bebatuan, tapi tidak ada rintangan yang lebih besar dari cintanya.
Rasulullah akan tersenyum padanya, menyambutnya dengan kelembutan. Mungkin ada air mata haru yang menetes di pipi Sayyidah Khadijah bukan karena lelah, tapi karena kebahagiaan melihat suaminya tetap dalam lindungan Allah.
Malam-malam seperti ini terus berulang. Sayyidah Khadijah tidak pernah mengeluh. Ia adalah wanita yang hatinya sebesar langit, yang mencintai bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan pengorbanan. Dan Allah menyaksikan semua itu. Hingga suatu hari, Jibril turun menemui Rasulullah dan berkata:
Sumber: Sirah Nabawiyah
