Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Uwais al-Qarni Tidak Dikenal Dibumi Tapi Dikenal Dilangit

Kisah pemuda yang namanya terkenal dilangit.
Kisah Uwais al-Qarni 
Langit Yaman hari itu seolah menyimpan rahasia, angin yg bertiup bukan hanya membawa debu, tapi juga rindu yang tak tersampaikan. Disebuah rumah kecil yg sepi, seorang pemuda bernama Uwais duduk disamping ibunya yg sakit, tangannya sibuk menyeka kening ibunya, tapi hatinya sedang merintih pelan bergetar dalam diam.

"Ya Rasulallah andai aku bisa melihat wajahmu walau hanya sedetik saja".

Tapi rindu itu harus dia telan diam-diam, karna ada seorang wanita tua yg lebih membutuhkan dirinya, yaitu ibunya yang tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa berjalan dan tidak bisa makan sendiri.

la cinta Rasulullah, tapi ia tak pergi menemuinya walaupun jarak hanya sepekan untuk sampai ke Madinah.

Orang-orang berbondong-bondong pergi kesana untuk bertemu Rasulullah, tapi Uwais, dia tetap dirumah menyuapi ibunya, membersihkan luka-lukanya dan menjaganya sepanjang malam.

Karna ia tau, dibawah telapak itu ada surga, dan surga itu jauh lebih penting daripada kerinduannya sendiri.

Suatu hari di Madinah Rasulullah berkata
"Akan datang seseorang dari Yaman, bernama Uwais, dia berbakti kepada ibunya, dia tidak dikenal di bumi tapi dia terkenal di langit, mintalah doa kepadanya, karna doanya mustajab".

Airmata mengalir di wajah Umat bin Khatab .. Siapa orang ini...? yang di sebut Rasulullah", padahal belum pernah hadir. Bertahun-tahun berlalu, kini Uwais sendiri, Ibunya sudah kembali kepada Allah, la pergi ke Madinah dengan langkah kaki yg penuh harap.

Langit cerah tapi hatinya bergetar, ada sesuatu yang menyesakkan, ternyata benar saja setelah sampai di Madinah, Rasulullah sudah wafat.

Uwais tidak berkata apa-apa, ia hanya diam, matanya menatap batu nisan Rasulullah, air matanya menetes satu persatu, lalu ia berbisik sangat pelan hampir tak terdengar.

"Wahai Rasulullah aku datang tapi kau sudah pergi, rinduku datang terlambat.
"..tangisannya pecah, lututnya lemas, ia bersujud lama sekali. Dan hari itu Madinah menangis, bersama seorang lelaki yg doanya mengguncang Langit.

Orang-orang tak mengenalnya, tapi Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib mencarinya karna wasiat Nabi, dan ketika mereka menemukan seorang pemuda yg sederhana itu di ujung Padang pasir, Umar berkata:

Mintalah ampunan untuku Uwais". Uwais terguncang, ia tidak tahu kalau namanya telah di sebut Rasulullah bertahun-tahun yang lalu, ia menangis lagi dan lagi, ia tak butuh popularitas, tak butuh gelar tak butuh sorotan, yang la punya hanyalah Cinta. Rindu dan baktinya kepada Rasulullah.

Uwais tak pernah bertemu Nabi tapi ia dicintai oleh Nabi, ia tak dikenal manusia tapi ia dikenal para malaikat. la tak pernah  berbicara dengan Rasulullah tapi doanya diminta oleh para sahabatnya terdekat beliau.

Dari kisah Uwais kita belajar, cinta sejati tidak perlu terlihat manusia cukup Allah saja yang tahu, cinta yang belum sempat terbalas tapi namanya harum dilangit.